Hati Yang Terbelenggu
        Awal aku dilahirkan, meski waktu itu aku tidak mengingatnya. Namun Ibu dan Ayahku menceritakan bahwa aku dilahirkan pada hari selasa tanggal dua mei 1992, keluargaku terdiri dari delapan bersaudara,ibuku sering bercerita tentangku, bahwa aku dahulu sangat keras kepala dan susah diatur, namun ibu dan ayahku tetap menyayangiku.
        Meskipun aku belum pernah melihat kedua kakek dan nenekku mudah-mudahan mereka tenang didalam sana.
        Menjelang beberapa tahun kemudian, aku disekolahkan oleh kedua orangtuaku di TK. Mungkin jika aku melihat fotoku pada waktu masih kecil aku sering tertawa sendiri. Orang tuaku sangat mendukung untuk menjadi seorang musisi dan aku juga menyukai musik tentunya, ibuku menyayangiku dan membelikan apa yang aku minta, waktu itu ibuku sangat menyukai lagu bung H.Rhoma Irama, dan akupun juga menyukai walaupun hanya mendengarkannya. setiap sore aku bersama tipe ku mendengarkan lagu bung Haji.Mungkin tidak baik bagi anak-anak selalu mendengarkan lagu-lagu, karena ada yang lebih utama yaitu belajar mengaji, ya.....tentu! tapi aku sudah terlanjur mencintai musik,aku ingat pada waktu TK aku jarang masuk sekolah sampe-sampe saya harus mengulang kelasku lagi, dan Ibuku setia mengantarku setiap hari ke sekolah. Dan bibiku juga menyukaiku, ia selalu mengajaku dan membawaku pergi jalan-jalan di suatu danau dan banyak pengunjungnya aku suka tempat itu, saya bersama bibiku menaiki sebuah perahu kecil kata orang-orang dikampungku (bebek-bebekan), dan hampir saja tenggelam karena perahu yang saya naiki bocor saya dan bibiku menjerit minta tolong dan aku berpegang teguh pada tiang perahu,sampai akhirnya ada yang menyelamatkanku terimakasih untuk orang yang menyelamatkan aku dan bibiku.
Hingga akhirnya aku sedikit terouma jika menaiki kapal.
        Beberapa tahun aku memasuki sekolah tingkat Sekolah Dasar, aku masuk dan aku termasuk anak yang kurang berani,aku begitu gugup terhadap orang-orang banyak, apa lagi kalau sudah ditanya atau disuruh baca oleh guruku aku sempat menangis karena aku takut berada di depan hadapan teman-temanku.



.

Komentar